Alat Pengirit BBM
Alat Pengirit BBM yang ada di ruangan itu adalah hasil rampasan
Alat Pengirit BBM
itu sudah dalam keadaan segel terbuka. aku yakin ini adalah sebuah tempat di mana aku melintasinya kemarin malam. aku boleh tidak ingat dengan tempat ini, tapi aku tidak akan lupa dengan lambang yang tertempel di bingkai itu. untung saja mataku tidak ditutup, namun mulutku dibungkam dan tanganku terikat. ruangan ini tidak begitu luas namun sangat terang karena jendelanya di sini sangat lebar dan kacanya sangat bening. aku berusaha melepaskan ikatanku ini. sedikit mengendorkan ikatannya dan akhirnya tali ini terlepas juga. aku membuka ikatan yang ada di kakiku juga dan mengelupas lakban yang membungkam mulutku. aku melihat bungkus Alat Pengirit BBM
aku mencari jalan keluar dan di luar ternyata sangat ramai dengan tentara. Aku berusaha mencari celah di antara mereka agar aku bisa pergi dari sini dengan selamat dan secepatnya. aku mencoba memutar pegangan pintu namun terkunci. di ruangan ini juga terdapat sebuah ruangan yang berupa kamar mandi, aku mencoba masuk ke dalamnya dan aku menemukan lubang saluran udara di sana. aku mencoba membukanya dan aku memanjatnya untuk mencari jalan keluar. Ternyata terowongan sempit ini menuju ke loteng gedung. aku semakin kebingungan mencari jalan keluar. apa yang harus kulakukan? aku menoleh ke kanan di sana ada sebuah genteng pertokoan yang mungkin aku bisa turun melalui tempat itu. aku mencoba melompatinya namun sepertinya terlalu lebar. aku mencoba mengambil beberapa langkah ke belakang kemudian aku berusaha berlari secepat mungkin lalu melompat.
Aku berhasil melompatinya dan memang menimbulkan sedikit bunyi berisik karena aku menimpa beberapa kaleng cat kosong. aku sempat merasa sakit pada tulangku. aku berusaha bangkit dan memegang perutku karena terasa sakit sekali di sana. aku menyusuri tangga yang ada di sana berusaha berjalan sepelan mungkin. toko ini ternyata tidak orang. aku kabur melalui pintu belakang. aku berlari secepat mungkin. aku berjalan sejauh 10 kilometer dan tiba di mess di mana aku tinggal. di sana ada teman-temanku yang terkejut melihatku datang dengan langkah sempoyongan dan memapahku menuju kasur pasien. mereka mengira tulang rusukku bermasalah. 1 jam aku diperiksa, setelah itu mereka memberiku semangkok bubur buatan Amena temanku. aku menceritakan semua yang menimpaku, mereka sudah menduga bahwa aku sudah mati. Mereka sudah mencariku selama berjam-jam hingga tadi ini dan ketika tidak berhasil menemukanku mereka berspekulasi bahwa aku telah diculik dan tewas. aku memang mengakui bahwa aku diculik, dan mengatakan kepada mereka bahwa malam ketika aku diculik aku melewati tempat itu. mungkin sudah menjadi hari sialku. aku berharap setelah ini mereka tidak akan mencari keberadaanku dan memburuku untuk dibunuh. aku sama sekali tidak mengetahui apa masalah mereka padaku. tapi yang jelas, aku sudah akan merubah sedikit identitas dan gaya berpakaianku.
Kali ini aku sedang berbaring di atas kasur dan aku sangat kelelahan. untung saja hari ketika aku kabur langit sangat mendung sehingga aku tidak kepanasan di tengah jalan. aku masih mencemaskan keberadaanku di sini, aku ingin berpindah tempat lokasi tugas. aku ingin sekali, tapi entahlah apakah aku bisa mewujudkannya. aku memutuskan untuk bangun dari ranjangku dan berdiskusi dengan teman-temanku. namun mereka melarangku dan berjanji akan menyembunyikan identitasku menjadi seorang penjual alat pengirit bbm






