Hemat BBM
Hemat BBM itu sepertinya sudah mulai diambil alih oleh mereka penguasa
hemat bbm
, ini sudah menjadi desas desus yang tersebar cepat di lingkungan kerajaan. Aku saat ini sudah hampir 20 hari di sini, semenjak penangkapan itu aku tidak bisa memimpin kerajaan ini dan berbuat banyak untuk rakyatku. sebagian dari mereka yang melawan sudah dibunuh dan dimasukkan ke dalam sumur yang ada di dekat gedung pertemuan di sebelah utara kerajaan. keadaan di sini semakin buruk. aku terpenjara di dalam penjara istanaku sendiri. di sini aku sendiri dan tidak ada yang tahu keberadaanku termasuk anak-anakku dan istriku. mereka telah menyekap keluargaku di ruang bawah tanah istana ini. aku ingin sekali membantu melepaskan mereka tapi aku sendiri tidak bisa melepaskan diriku sendiri. aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar mereka senantiasa diberikan perlindungan dan jauh dari marabahaya. di sana ada kotak hemat bbm.
beberapa tentara yang menyekapku mondar mandir semenjak 1 jam yang lalu. mereka sepertinya memang ditugaskan menjagaku agar tidak kabur dari tempat ini, namun aku memiliki sebuah pisau lipat yang selalu kusimpan di bawah sol sepatuku untuk berjaga-jaga. aku ingin sekali menggunakannya namun aku belum menemukan waktu yang tepat. aku berharap benda ini bisa membantuku membuka pintu penjara ini. sangat sulit untuk mendapatkan celah yang pas untuk mengotak-atik pintu ini.
beberapa detik kemudian salah seorang pelayan istana datang menghampiri pintu penjara sambil membawa nampan berwarna perak dan di atasnya ada sebuah piring dan segelas air putih. dia menyuapiku hingga isi piring di atasnya habis tak tersisa. sudah dari tadi malam semenjak penyerbuan ini aku belum mengisi perutku sama sekali. dia memberikan air putih dan kemudian pergi meninggalkan tempat ini dengan didampingi seorang pengawal berpakaian tentara lengkap dengan senapan menyelempang di pundak kanannya.
Hari sudah mulai petang dan di sini sangat gelap dan dingin. tidak ada cahaya. satu-satunya sumber cahaya datang dari rembulan dan bintang di langit saja. cahaya itu tidak membantu keadaanku di sini. aku mendekap tangan dan kakiku. di sini ada sebuah kain sepertinya sebuah sobekan bendera negaraku. kupakai sebagai penghangat dan perlahan angin malam menidurkanku dalam buaiannya. aku melihat kotak hemat bbm.
Keesokan harinya aku terbangun dengan perasaan kaget bukan kepalang saat salah seorang tentara menyiramkan seember air comberan padaku agar terbangun. mereka menyeretku keluar dari penjara dan membawaku ke sebuah kendaraan yang tak kuketahui kendaraan apa itu. yang hanya bisa kutangkap hanya kendaraan ini berbentuk kubus namun ke enam sisinya berupa jeruji besi berwarna hitam pekat. Sepertinya ini sebuah kereta kuda. kereta ini berjalan menyusuri sungai dan mendekati sebuah hutan belantara. aku sudah pasrah kepada Tuhan. aku mendapatkan feeling bahwa sebentar lagi aku akan dibunuh di sana dan tak akan ada seorangpun yang mengetahui kabarku setelahnya. aku menangis dala dekapanku, setragis inikah akhir hayatku? dibunuh oleh sekelompok musuh yang seharusnya bisa kukalahkan. yang seharusnya tidak menyiksa rakyatku. tidak menyiksa keluarga serta anak-istriku!
Kereta ini sudah masuk ke dalam hutan. disekitar sini sangat teduh dan kedatangan kami disambut dengan suara-suara penghuni hutan yang nyaring. mereka memberhentikan kereta ini dan membuka pintu kandang jeruji ini dan aku keluar dari dalamnya. aku dikawal oleh empat orang tentara lengkap dengan senjatanya. aku hanya terdiam sambil melihat kotak hemat bbm.



